N’Golo Kante: Pilar Kekuatan Prancis dengan Penghargaan Man of the Match Beruntun di Euro 2024

waynethomasyorke.com – N’Golo Kante terpilih sebagai Man of the Match dalam pertandingan Belanda melawan Prancis di Euro 2024. Pemain gelandang berusia 33 tahun tersebut menunjukkan performa yang luar biasa, bergerak cepat dan efektif di seluruh lapangan.

Kante meraih penghargaan Man of the Match untuk kedua kalinya berturut-turut di Euro 2024, setelah sebelumnya juga mendapatkan gelar yang sama dalam pertandingan melawan Austria. Kante, yang pernah bermain untuk Leicester dan Chelsea, bermain dari awal pertandingan dan menampilkan performa yang mengesankan.

Menurut data UEFA, Kante mencatatkan akurasi umpan sebesar 92 persen, dan berhasil menempuh jarak sejauh 11 kilometer selama pertandingan. Sofascore mencatat bahwa Kante memenangkan tiga duel perebutan bola di lapangan, satu di udara, dan melakukan dua tekel dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 0-0 melawan Belanda.

Secara keseluruhan, di Euro 2024, Kante telah bermain selama 180 menit dengan jarak tempuh total 22,75 kilometer, menjaga akurasi umpannya pada 92 persen, dan berlari dengan kecepatan 33,8 kilometer per jam. Statistik tersebut menempatkannya pada posisi keenam dalam daftar pemain dengan aktivitas paling tinggi di lapangan.

Kante berhasil menjaga permainan yang bersih tanpa mendapatkan kartu kuning atau merah, meskipun tugas utamanya adalah menghentikan serangan lawan. Di tim nasional Prancis, Kante telah melakukan enam dribel, hanya di bawah Ousmane Dembele yang melakukan 12. Kante juga menciptakan dua peluang dan merupakan pemain keempat terbanyak dalam memberikan umpan, dengan total 110 umpan, 101 di antaranya sukses.

Dengan dua kali dinobatkan sebagai Man of the Match, Kante menjadi pemain pertama yang berhasil meraih gelar tersebut dua kali dalam edisi Euro ini.

Di luar lapangan, sikap tenang Kante berbanding terbalik dengan ketangguhannya di lapangan. Pemain yang turut membantu Prancis meraih Piala Dunia 2018 ini dikenal pemalu saat diwawancara, namun dihormati dan dikagumi banyak rekan setimnya karena kegigihan dan sikapnya yang rendah hati.

Nasib Sial Romelu Lukaku di Euro 2024: Tiga Gol Dibatalkan oleh VAR

waynethomasyorke.com – Romelu Lukaku, penyerang tim nasional Belgia, mengalami kesialan yang luar biasa di Euro 2024, di mana tiga gol yang ia cetak dibatalkan oleh keputusan Video Assistant Referee (VAR) karena berbagai pelanggaran.

Detail Kejadian

Lukaku, yang tampil sebagai starter dalam dua pertandingan Belgia di fase grup melawan Slovakia dan Rumania, sangat diandalkan oleh timnya untuk mencetak gol. Namun, meskipun telah berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan, belum ada satu gol pun yang diakui.

Belgia mengalami kekalahan tanpa gol dari Slovakia, namun berhasil mengalahkan Rumania dengan skor 2-0, berkat gol dari Youri Tielemans dan Kevin De Bruyne. Lukaku berkontribusi dengan memberikan assist untuk gol Tielemans.

Dalam dua laga tersebut, Lukaku sebenarnya berhasil mencetak gol. Namun, nasib buruk menghampirinya karena semua gol tersebut dianulir oleh VAR:

  1. Melawan Slovakia:
    • Gol pertama Lukaku pada menit ke-56 dibatalkan karena ia dinyatakan offside setelah menerima umpan dari Amadou Onana.
    • Gol kedua pada menit ke-86 juga dianulir setelah wasit Halil Meler mengkonfirmasi melalui VAR bahwa Lois Openda melakukan handball sebelum mengirimkan umpan kepada Lukaku.
  2. Melawan Rumania:
    • Gol yang dicetak pada menit ke-63 tidak disahkan karena Lukaku kembali berada dalam posisi offside.

Statistik Lainnya

Selain tiga gol yang dibatalkan, Lukaku juga memiliki statistik lain yang menonjol. Dalam pertandingan melawan Rumania, ia melakukan lima tembakan, dengan dua diantaranya diblokir dan tiga lainnya dapat diamankan oleh kiper. Sementara di pertandingan melawan Slovakia, Lukaku melepaskan dua tembakan yang ditepis oleh kiper dan satu lagi yang meleset dari target.

Kesialan yang dialami Lukaku di turnamen ini menyoroti betapa pentingnya keakuratan dan ketepatan dalam sepak bola modern, terutama dengan adanya teknologi VAR yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari pertandingan.

Dilema Pelindung Wajah Mbappe di Euro 2024: Antara Identitas Nasional dan Aturan UEFA

waynethomasyorke.com – Kylian Mbappe baru-baru ini memperlihatkan pelindung wajah yang akan ia gunakan di Euro 2024, setelah mengalami cedera patah hidung dalam pertandingan antara Austria dan Prancis. Topeng tersebut, yang dihiasi dengan warna bendera Prancis dan dilengkapi dengan logo serta nomor 10 dan inisial KM, mungkin akan menjadi topik perdebatan dengan UEFA.

Selama sesi latihan timnas Prancis pada Kamis (21/6), Mbappe memamerkan pelindung wajah yang dirancang khusus untuknya. Namun, menurut laporan dari Daily Mail, UEFA memiliki kebijakan yang ketat mengenai pelindung wajah yang digunakan pemain di lapangan.

Regulasi UEFA, sebagaimana dikutip dari Pasal 42, menyebutkan bahwa peralatan medis yang digunakan di lapangan harus berwarna tunggal dan tidak boleh menampilkan identifikasi tim atau pembuatnya. Pelindung wajah Mbappe, yang berwarna biru, putih, dan merah mirip bendera Prancis, jelas tidak memenuhi kriteria tersebut.

Hal ini menimbulkan kemungkinan bahwa Mbappe tidak akan diizinkan menggunakan pelindung wajahnya tersebut dalam pertandingan-pertandingan mendatang, kecuali jika ia mengganti dengan versi yang berwarna tunggal sesuai dengan aturan UEFA.

Sampai saat ini, Federasi Sepakbola Prancis (FFF) belum memberikan penilaian secara resmi mengenai pelindung wajah yang telah digunakan Mbappe dalam sesi latihan. Penilaian tersebut dijadwalkan akan dilakukan menjelang pertandingan berikutnya dari timnas Prancis.

Prancis dijadwalkan untuk berhadapan dengan Belanda dalam pertandingan kedua Grup D di Euro 2024, yang akan berlangsung di Red Bull Arena, Leipzig, pada Sabtu dini hari WIB, 22 Juni 2024.