Aktivitas fisik merupakan komponen penting dalam pengelolaan diabetes tipe 2. Olahraga dapat membantu mengontrol kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan berat badan, dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Berikut adalah panduan umum dan langkah-langkah yang dapat diikuti oleh penderita diabetes tipe 2 saat memulai atau memodifikasi rutinitas aktivitas fisik mereka:

1. Konsultasi dengan Profesional Kesehatan

  • Sebelum memulai program latihan, berkonsultasilah dengan dokter atau ahli diabetes untuk menilai kondisi fisik dan rekomendasi khusus.

2. Memahami Pengaruh Olahraga terhadap Gula Darah

  • Aktivitas fisik dapat menurunkan kadar gula darah; penting untuk memahami bagaimana mengelola kadar gula sebelum, selama, dan setelah latihan.

3. Pemilihan Jenis Aktivitas Fisik

  • Aerobik: Seperti berjalan, bersepeda, berenang, atau jogging. Lakukan selama 30 menit, lima hari seminggu.
  • Latihan Kekuatan: Melibatkan beban atau latihan ketahanan untuk membangun otot, seperti angkat beban atau latihan dengan band resistensi, dua kali seminggu.
  • Latihan Fleksibilitas: Yoga atau peregangan dapat membantu meningkatkan mobilitas dan mengurangi stres.
  • Latihan Keseimbangan: Seperti tai chi, untuk meningkatkan stabilitas dan mencegah jatuh.

4. Intensitas Aktivitas Fisik

  • Gunakan sistem pemantauan diri, seperti Skala Persepsi Upaya (Borg Scale) atau berbicara sambil latihan (talk test), untuk menentukan intensitas yang tepat.

5. Frekuensi dan Durasi Aktivitas Fisik

  • Frekuensi: Sebaiknya berolahraga secara teratur, dengan sebagian besar hari dalam seminggu termasuk beberapa bentuk aktivitas fisik.
  • Durasi: Mulai secara bertahap, dengan tujuan mencapai minimal 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, ditambah latihan kekuatan.

6. Pemantauan Kadar Gula Darah

  • Pantau kadar gula darah sebelum dan setelah aktivitas fisik, terutama jika menggunakan insulin atau obat penurun gula darah yang meningkatkan risiko hipoglikemia.

7. Menyesuaikan Asupan Makanan dan Obat

  • Mungkin perlu menyesuaikan asupan karbohidrat atau dosis obat pada hari latihan untuk menghindari hipoglikemia.

8. Hidrasi yang Tepat

  • Pastikan untuk minum cukup cairan sebelum, selama, dan setelah latihan untuk mencegah dehidrasi.

9. Pemilihan Pakaian dan Perlengkapan

  • Gunakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang tepat untuk mengurangi risiko cedera dan lecet, yang bisa menjadi masalah serius bagi penderita diabetes.

10. Pendekatan Bertahap

  • Mulailah dengan intensitas yang rendah dan durasi pendek, kemudian secara bertahap tingkatkan kedua faktor tersebut sesuai dengan tingkat kenyamanan.

11. Catatan dan Evaluasi

  • Catat aktivitas fisik yang Anda lakukan termasuk jenis, durasi, dan efeknya terhadap gula darah Anda untuk evaluasi dan penyesuaian rutinitas.

12. Mengenali dan Merespons Hipoglikemia

  • Kenali tanda-tanda hipoglikemia (seperti gemetar, keringat dingin, pusing) dan selalu bawa sumber glukosa cepat (seperti tablet glukosa) saat berolahraga.

13. Berikan Waktu untuk Pemulihan

  • Istirahat yang cukup memungkinkan tubuh untuk memperbaiki dan memperkuat dirinya sendiri, terutama setelah latihan yang intens.

Kesimpulan

Untuk penderita diabetes tipe 2, rutinitas aktivitas fisik yang konsisten sangat penting dan harus disesuaikan dengan kebutuhan individu. Penting untuk memulai dengan perlahan, memantau respons tubuh, dan melakukan penyesuaian yang diperlukan. Selalu ingat untuk menjaga komunikasi dengan tim perawatan kesehatan Anda dan melaporkan setiap perubahan yang signifikan dalam kondisi kesehatan Anda yang mungkin terkait dengan latihan fisik.